My Pages

Tuesday, June 14, 2016

Tour of Duty part 2 : Halong Bay

Hello there,

Sorry for the-long-time-no-post, I've been busy all the time, so much stressful with the job, with the people around ... i'll make a story about it later, but now ... its time for part two, let me finish my debt. Last time i wrote about Hanoi as Tour of Duty part 1. Jeezzz how long it has been since the first one? hahaha pardon me, i am not a full time blogger, lucky to those who write blog entire time, specially if they are endorser, they should have a very happy life.

Anyway, my english is very bad, pardon, but i create this post dedicated to my new friend, Donna Nguyen.

So, when visited Halong Bay, i joined a tour from Hanoi. I booked couple weeks before, the tour online via the Sinh Cafe tourist agency. So, at the time i booked, someone email me the information regarding the procedure, when and where i should register for the upcoming tour, he gave me an address, so i took a look in google maps ... "hmm easy okay" that was my thought at that time, not so far from the Eco hotel. But when i arrived Hanoi, i was confused to death ... there were so many Sinh Cafe spread all over the corner of Hanoi street, and at that time i didn't know the name of the street either. So I asked the tour hotel admin whether she can help me to find the correct tour agent. Anyway, Her name was Ngop (N.G.O.C) ??? she spelled her name like that and i faced another confusion ... eh you know what i mean righ? haha ... you also trapped in confusion ... hahaha, pardon for not-so-funny-me, now is eleven to midnight, lil bit sleepy meh.
So continue, Ngop said to us that, not all the Sinh Cafe that we saw all over the street was the real agents, later she delivered us to the real and genuine tour agent and we did the registration, even at that time i still felt uncertain, but glad when the next morning, at 8 am, the real and genuine Sinh Cafe bus picked us on time. So here is the address of the real one, if you face the problem like i faced

Sinh Cafe 52 Luong Ngoc Quyen St - Ha Noi

In the morning, after the bus strolled around almost 1 hour after i got in, Donna got in, she was solo traveller. She sat at front of Vietnamese old ladies, they were group of six. I thought there were friends, but they were just acquaintance . I sat on the left side, Donna sat on the right side at front of my row near the window. Donna, my friends ... i have to tell you this secret all this long that i had to keep it, only me and Riri who knew this. Its really hard for me to told it when we met, so ... i will tell you now. So here is the secret, i would like to tell you ... that the lady with the curly hair sat behind you, she raised her feet on the window when she nap. Her feet was right behind your head, maybe just separated few centimetres from back of your head ... so if at that time you felt nausea, or smelled something really weird that made you unconscious at that time ( i saw you a lil bit unconscious along the journey) ... now you know the answer hahaha.

Anyway, journey from Hanoi to Halong Bay, it took 3.5 hours with the bus speed that i experienced that time, and with no brake pedal. I mean it, i faced alot serious problem with Kopaja and Metromini in Jakarta, or maybe Bus Antar-Kota-Antar-Propinis in Jalan Raya Lintas Sumatra ... but this bus worse than ever! Not only the bus that i rode, but all bus that i saw there with the same insanity, couple times i felt wanna jump from my chair to avoid i-thought-it-will-collided moment, seriously very nervous journey. Experienced with their guts, no wonder they won the war. I arrived Halong Bay around 12 pm, direct to the boat for lunch, and sailed through Halong river.

Halong Bay is one of Vietnam UNESCO Heritage site, so came here its a must. As i was there, i could imagine all the karst hill was like a dragon hump. Felt so serenity when i sailed through the river. Halong Bay famous of its freshwater pearls, its beautiful item, not expensive, so it suitable for souvenir. The tour program, was only one day tour, include lunch, kayaking, and went to grottoes ... the cave with magnificent stalagmites, but i didn't remember the name.



i got hypnotised just only sit and stare all the karst hill. Lucky the weather was very friendly. 


This is the boat wharf, where tourist can do kayak or paddle boat

Hey Donna, this is a very cool pict, don't forget ok!

Kayaking through caves like this, i felt so magical ... really adventurous. How could not thak to God, for His beautiful and majesty creations.

 The cave, grottoes illuminated by coloured lights ... so beautiful and breathtaking views .

Where the sun rays came in, like a stairway to heaven.


must take a cool picture of us eh!

Halong Bay from exit dor of the cave.

Well, that's a wrap for my Halong Bay tour. Really true adventurous moment, thought it was my first time doing kayak, but that was not bad but just slow, maybe because uneven distribution of weight on the kayak, i sat at front of the kayak, and i got hippopotamus at the back ... hahaha.

And finally, I just wanna say thank you to my God, for granted this moment to me, and hey Donna, if you read this, don't forget my offer, come to my country so many beautiful things here such as Borobudur temple, Bali, komodo island, Cinta Eco Resort Gorontalo, etc ... so many things can be seen, if you have time off course, be my guest. 


c ya, peace for now, attraversiamo! 

Wednesday, May 11, 2016

Tour of Duty Part 1 – Hanoi City


Siapa yang ga tau film ini ? yang ga tau, syukur deh karena kalian masih muda! Mumpung masih muda, ayo sono pergi jalan – jalan dan jadilah terinspirasi, don’t talk about money here, if there is a will there is a way! Eniwei, ini film berkisah ketika Amerika datang ke Vietnam untuk membasmi komunisme. Jadilah saya namain postingan saya kali ini seperti ini, karena ketika saya memutuskan untuk pergi ke sini, pikiran saya langsung terbawa ke zaman bahela saat film ini masih anyar di televisi nasional yang ketika itu umurnya masih terbilang ABG, dan saya sendiri kecil – kecil kok nontonnya film perang ya, bener – bener bukan anak kecil yang unyuu !

Sebenernya saya ga ada planning tahun ini bakal ke Vietnam, planningnya sebenernya dari tahun kemarin, tapi baru bisa terwujud tahun ini yaaa arena permasalahan formasi pasukan jalan – jalan yang tidak stabil dan tiket yang alamak mahalnya. Mungkin sekitar bulan November tahun kemaren saya udah lihat – lihat tiket ke Vietnam, untuk penerbangan Garudah Indonesiah itu Jakarta – Ho Chi Min adalah sekitar 5,6 jt / seat pp.

So kemarin pas ada momen Singapore Air great sale, saya pun berburu tiket lagi, dan hasilnya gue bisa dapet 3.5jt / seat pp untuk Jakarta – Hanoi. Sayangnya saya ga bener – bener beli tiket ini di Singapore Air great sale kemaren di Senci, mungkin bisa lebih murah lagi, tapi melalui web Traveloka.

Jumat, 22 April 2016, penerbangan dari Jakarta ke Singapura lalu lanjut Singapura – Hanoi, lama perjalanan Singapura Hanoi adalah 2,5 jam.  Sekitar jam 12 siang sampailah saya di bandara internasional Hanoi bernama Noi Bai, it’s a really cute name  o(>.<)o. Apa gambaran kalian soal Vietnam ? For your info, mata uang Vietnam adalah Dong, nilainya saat saya pergi adalah 1 Dong adalah 0,6 Rupiah.  Artinya kalo baju harga 100.000 Dong, dalam rupiah adalah sekitar 60.000 rupiah. So, kalo nawar inget ya duit mereka lebih kecil dan jangan keterlaluan deh nawarnya … dosa loh! Buat saya sendiri, ini kali pertamanya saya pergi ke Negara dimana mata uangnya lebih kecil dari Indonesia, dan jujur deh saya rada kalap belanja oleh – oleh. Saya kasih bocoran nih, barang – barang kerajinan di Vietnam itu menurut saya banyak yang bagus dan unik, kalo kalian suka menghias rumah … hati – hati aja deh kantong bakal bolong disini.

Kemana aja saya selama di Vietnam? I have very limited time for travel, dengan 3 hari 2 malam, pilihan saya ga bisa jauh – jauh, selain Hanoi – Halong Bay, kalian belum bisa dibilang ke Vietnam kalo kalian ga ke Halong Bay. Karena di Vietnam natural Unesco Heritage Site hanya ada dua, dan ini adalah salah satu yang paling terkenal didunia.

Oke, cerita saya mulai saat keluar dari airport dan cari taksi, taksinya emang masih dalam antrian, tapi kalian bisa naik taksi yang mana aja, ga perlu dari yang paling depan ngantri, jadi kalian bisa pilih – pilih lah yang mana yang supirnya rada ganteng dan mobilnya ga bau hehehe. Mobil – mobil di Hanoi itu setirnya dikiri loh! Hahaha, jadi rada kagok deh pertama kali mau duduk didepan kebiasaan di kiri kan penumpang, lah kok? … emang situ mau nyupir gitu kali kata sopir.
Lagu – lagu yang ada di taksi juga jangan harap deh ada lagu – lagu bak Maroon 5, one direction gitu, yang ada wrong direction hehehe, asli selama saya naik taksi disana ngga pernah denger lagu-lagu begitu, yang ada lagu – lagu ala Vietnam.

Sepanjang perjalanan banyak bendera merah dengan palu dan celurit, lambang komunisme, dan banyak foto – foto dari uncle Ho Chi Min, yang merupakan bapak bangsa orang – orang Vietnam. Banyak orang mengira bahwa komunis itu adalah Negara anti-agama dan sadis, termasuk dua orang  temen seperjalanan saya, mereka rada takut dengan pemandangan itu, hebat bener emang efek propaganda. Pada dasarnya komunis adalah sebuah ideologi politik, keterbalikan dari ideologi kapitalis. Dimana dalam komunisme kesejahteraan seluruhnya adalah milik rakyat, petani dan buruh adalah orang – orang yang harus disejahterakan karena andilnya besar dalam kesejahteraan Negara. Lain halnya dengan kapitalis dimana kesejahteraan adalah buat orang yang punya modal. Lambang celurit dan palu juga adalah sebenernya lambang dari petani (celurit) dan buruh (palu). Tapi emang gue rasa itu yang milih lambang salah banget, jadi inteprestasi orang jadi aneh.  Eniwei, im not gonna talk about this any longer.

Balik lagi ke acara jalan – jalan saya, secara pribadi, saya sebelum sampai ke sini, udah browsing –browsing soal Hanoi, dan gambar yang ada di internet ga lain dan ga bukan adalah gambar – gambar hiruk-pikuknyanya lalu lintas Hanoi. Terus dalam hati saya, yah … ini mah sama aja pergi ke Glodok! Tetapi, actually was not that bad, lalu lintas di Hanoi emang one of the kind, tapi citynya sendiri itu bener – bener indah dan bersih!! Saya banyak jalan kaki disana, dimana hotel saya, Eco Hotel Hanoi letaknya di Old Quarter, pusat turisme Hanoi, sekitar 15 menit jalan ke Hoan Kiem Lake salah satu tempat yang harus kalian pergi kalo ke Hanoi. Lalu – lalang jalan kaki, ga ada debu di telapak kaki saya, kayak kalo saya jalan – jalan di Singapura … what a surprise! Tampaknya bensin yang mereka gunakan baik kualitasnya, mobilnya juga bersih – bersih banget. Hawanya sejuk, dan banyak spot – spot yang keren untuk difoto.

Sampai hotel, saya langsung booking tur lokal, sebenernya jadwal tur lokal udah ga ada lagi sesampainya saya disana, karena udah jam 2 sore. Tapi dengan bujuk rayu maut, dan salah satu staff hotelnya kayaknya juga lagi BU, jadilah kita tur asal jadi hehehe, yang penting ditemenin jalan –jalan sama orang lokal. Enaknya jalan – jalan ditemenin orang lokal, kita bisa berbaur dengan orang – orang lokal sekitar, saya makan diemperan layaknya orang – orang lokal, naik transportasi umum, made a new friend … that was really fun!

So jadwal hari pertama saya adalah city tur Hanoi pemandunya bilang ini adalah Hanoi walking tour dan emang bener banyak banget jalan kakinya. Tujuan pertama Ho Chi Min Mausoleum, tempat dimana saya bisa menemukan uncle Ho dimumikan. One Pilar Pagoda, dimana sebuah kuil dibangun hanya dengan satu pilar, antik dan cantik, bangunannya dibuat menyerupai bunga lotus, dibangun pada tahun 1028. Masion Centrale, tempat ini tadinya adalah penjara pada saat perang Vietnam, didalamnya masih bisa dilihat bentuk original penjaranya serta cerita sejarah – sejarahnya layaknya museum. Water puppet show, ini pertama kalinya saya lihat boneka dimainkan diatas air, sebenernya sangat menghibur dan membingungkan bagaimana itu boneka bisa leluasa bergerak – bergerak diatas air gitu, apa ada penyelam dibawah air … tapi kayaknya ngga ada, menurut saya, kalo selama 30 menit sih oke menghibur, tapi karena lama pertunjukan 1 jam jadi rada bosan juga.


Untuk makanan, jangan takut ga enak ... semua makanan enak disana, yang perlu dikhawatirkan halal dan ga halalnya hehehe. Hanya 3 makanan yang saya coba disini, kenapa ? karena emang nagih hehehe, karena kalo saya pulang Indonesia belom tentu bisa makan lagi, jadi saya puas – puasin. Pertama Pho, siapa yang ga kenal mie khas Vietnam ? Di Jakarta juga banyak! Iya, tapi the taste is totally different ! Terutama mienya, halusss bangetttttt teksturnya, saya ga pernah menemukan yang sama kayak gini di Jakarta. Untuk pilihan daging, bisa dengan daging sapi (khasnya) atau ayam, harus hati - hati karena sepertinya mereka ga mengerti mana pork mana beef ya, pokoknya mereka bilang daging ya beef. Waktu breakfast juga ada mie goreng, dan tekstur mienya sama kayak Pho ini. Yang kedua, macam rujak Vietnam, buah-buahan seperti manga, nanas, apricot, kedondong di kasih rempah macam cabe, gula dan apa gitu, rasanya seger banget, buah – buahan disana kok beda juga rasanya sama disini, buah mereka besar dan rasanya bener – bener manis. Yang ketiga, kopi! Kopi Vietnam, sering terdengar yah dikuping warga Jakarta akhir – akhir ini, gara – gara kejadian di cafĂ© itu tuhh! Eniwei, memang kopinya beda dengan kopi lokal Indonesia yang pernah saya coba ( alamakk gaya bener, biasanya juga Cuma minum kopi instant) … kopi Vietnam itu biar instantnya juga tetap kental dan harum! Buat saya fans berat kopi, kopi Vietnam adalah Miss Universenya.

Saya sendiri dibuat terkejut dengan Hanoi, saya pikir tadinya Hanoi mungkin serupa dengan Kathmandu, tetapi sangat berbeda, kota ini memberikan kenangan tersendiri bagi saya. Thank you Hanoi for your hospitality.

Besok - besok saya akan cerita perjalanan saya ke Halong Bay ... sampai ketemu lagi! Attraversiamo.

Ho Chi Minh Mausoleum ... mungkin seperti daerah Monasnya Jakarta


One Pilar Pagoda

Quoc Tu Giam (National University), didirikan pada abad ke 15 oleh Le Dinasti. Sampai sekarang anak - anak lulus sekolah masih suka merayakan disini.

Wisudawan dan wisudawati yang merayakan di universitas yang sudah sangat tuwir ini, jadi ingat jaman - jaman lulus kuliah dulu saat masih cupu.

Kalo belaja di Universitas jaman kerajaan kayak gini duhh ... bakal pinter kali ya, kira - kira jadi apa ya saya ? Jadi permaisuri kah, apa jadi selir ? hahaha.

Penjara jaman penjajahan Perancis dan Amerika dulu.

Kira - kira seperti ini suasanan dalam bangsal penjara, originialitas bangunannya belum berubah. Masih banyak sel - sel yang keasliannya dipertahankan. Suasananya spooky banget.

Jalanan Hanoi didepan penjara Masion Centrale

Jalanan Hanoi sekitar Hoan Kiem Lake

Jalanan Hanoi yang kayaknya asik banget untuk dijadikan tempat nongkrong kaula muda Jakarta.

Katedral Hanoi ... sepertinya didirikan oleh misionari Regina Pacis, yang kebetulan adalah alma mater saya juga ... jadi terharu ketika melihat tulisan "Regina Pacis" terpampang didepan gereja.

Distik Old Quarter, dimana jadi favorit para wisman

Ga lupa ngemper makan Pho yang spektakuler itu.

Laperkah ? Ngilerkah ? jangan salahkan daku hehehe.

The famous water pupet show in Hanoi.