My Pages

Wednesday, August 17, 2011

Telaga Sampireun

Jumat kemarin akhirnya salah satu office mates gue memenuhi janjinya setelah sebulan berlalu dari ulang tahunnya, akhirnya dia traktir juga, dia sempet bilang "uang traktirannya sampai dilalerin" .. ahahaha, itu membuktikan betapa dia sungguh - sungguh mau mentraktir kita semua. Masalahnya dia ga bisa menentukan traktir dimana, dan menyerahkan tugas itu sama gue, so melihat kesungguhannya gue pilih tempat yang paling tepat dan untungnya ga gitu jauh dari kantor, yaitu restoran Telaga Sampireun.

Kalau dilihat dari bahasanya mungkin kita sudah bisa mengira bahwa konsep dari rumah makan tersebut berbau Sunda, gue sendiri ga gitu tau bedanya makanan Sunda atau Jawa, tapi yang jelas pasti masakan Indonesia. Kita bisa memilih untuk bersantap sambil duduk di saung yang dikitari danau atau bersantap duduk di tengah danau di atas sebuah dak kayu, jika nggak mau repot bisa juga bersantap di meja seperti biasa. Gue memilih untuk duduk di saung karena pesertanya banyak.

Untuk suasananya i rate 9 to 10, its so cozy, so romantic specially when night comes. Cocok banget untuk acara makan - makan dengan peserta diatas 5 karena saung - saungnya berukuran besar.
Untuk makanannya i rate 8 to 10, seluruh masakannya fresh dan dimasak dengan bumbu yang jelas melekat di lidah orang Indonesia seperti cah terasi, lada hitam, asam manis, goreng mentega, dibakar, dan sebagainya. Harga makanannya pun nggak mahal berkisar antara 20.000 rupiah - 50.000 rupiah persajian.
Bertempat di ..... alamatnya kurang tahu, yang jelas bisa bertanya - tanya orang setempat jika sudah mencapai daerah Bintaro sektor 7, ada di sebelah Titan Center ... begitulah, maafkan informasi yang kurang lengkap ini ... hehehe.

Hasil dari acara traktiran ... intinya ga sia - sia lah uang yang dilalerin itu, kita semua fun, makannya enak buanget, suasananya top markotob, and i thought that that night tied us closer each other.
I really enjoyed eat there and will come back soon !

Ini beberapa snapshotsnya :


The Lobby


Saung - saung di pinggir danau


Suasana saung


Lihat komitmentnya oke punya


The girls


Suasana saat malam, keren abizzzzz


My beverage, es kelapa





Cumi goreng tepung a.k.a Calamari


Ayam panggang


Gurame asam manis


Kwe bakar


Otak - otak


Udang goreng mentega


jengger cah terasi


Pisang keju bakar


Look at that lovely food

Saturday, July 23, 2011

Exclusive Training Pen With Darwin Triadi

Tepatnya hari Sabtu, 23 July 2011, tiba saatnya gue mengikuti training yang diselenggarakan oleh Olympus bagi pembeli kamera Pen, baik yang E-P1, E-PL1, dan E-PL2 dalam kurun waktu tertentu. Trainingnya dilaksanakan di hotel Harris, Kelapa Gading.

Menurut gue, pihak Olympus cukup bertanggung jawab dengan para konsumennya dengan menyelenggarakan training ini, jadi para konsumennya bisa memaksimalkan penggunanaan dan pasti hasilnya puas, gue nggak tau sih ketika membeli kamera lain. Dan ga tanggung - tanggung, yang ngajarinya si Maestronya langsung, Olympus emang T.O.P.

Dalam training, kita diajarkan beberapa teknik pengambilan gambar, foto untuk produk makanan atau barang, foto detail seperti cipratan air, foto dalam ruangan gelap dan terang, foto dengan menggunakan infra red, kita juga diajar untuk setting kamera, mengatur white balance, iso, dan sebagainya. Si Masternya, Darwis Triadi, memang gue akui sangat amat berbakat dalam arti talentanya sangat besar dibandingkan tekniknya, karena biarpun dia mengambil gambar secara asal, gambarnya tetap bagus dan artistik banget.

So ini point - point yang berhasil gue abadikan ketika training :

1. Proporsisi gambar
-- 6:6 = hasil gambarnya akan berbentuk square, menciptakan gambar dgn sentuhan
-- 3:2 = standart
-- 16:9 = akan memanjang

2. Kelas - kelas memori yang digunakan untuk penyimpanan
-- contoh tertulis di SD card 6 Mb/s berarti akan menyimpan 6 Mb perdetik (kecepatan menyimpan), untuk kamera sekelas Oly-Pen dibutuhkan minimsl kelas 15, jika dibawah itu akan membuat kamera lemot.

3. Mode kamera, jika diperhatikan di paling bawah dari layar ada angka - angka dengan komposisi seperti ini

2 5,6 0

angka 2 merupakan nilai Shutter speed (S), dibacanya 2 = 1/2, 10 = 1/10 detik, semakin kecil shutter speed maka delay dalam menangkap gambar semakin besar, dan bisa mengakibatkan blur.

angka 5,6 merupakan nilai bukaan diafragma (F)

angka 0 merupakan light meter, hasil dari penggabungan iso, shutter speed, dan diafragma. Light meter menunjukan apakah objek cukup cahaya untuk difoto, jika light meter dibawah 0 maka objek gelap dan hasilnya akan gelap, nilai minimal haruslah 0 atau diatas itu.

3. Bagaimana menentukan ISO yang tepat ?

Iso rendah = gambar makin halus
Iso tinggi = gambar makin banyak noise

4. Contoh - contoh penggunan

a. Resital piano : Diafragma dibuka selebar - lebarnya, iso sebesar mungkin, tapi memegang kameranya harus tidak boleh goyang, karena kemungkinan blur sangat tinggi.

b. Dalam mobil sedang berjalan : jika cukup cahaya maka shutter speed harus di tinggikan, diafragma menyusul

5. Dalam fotografi hanya ada 2 kondisi:

a. Kondisi terang : iso cukup 100 atau 200, diafragma standart 5,6
b. Kodnisi gelap :iso 500 - 1000, shutter speed jangan dibawah 20

6. Mengatasi backlight = cahaya yang datang dari belakang objek yang membuat objek gelap ketika di foto, caranya
a. Bisa buka flash, atau
b. Menggunakan mode A pada kamera, dan naikan light meter manual.

7. Ketika diafragma dibuka lebar > 5,6 maka ketajaman juga meningkat

8. Moto panning = memoto objek yang bergerak supaya tidak tampak kabur.
a. Di dalam mobil : S = 60
b. Motogp : S = 200
c. Becak : S = 20

9. Gunakan Fine JPEG untuk kualitas foto terbaik

10. Untuk foto cipratan air, maka shutter speed > 1500

Ini beberapa contoh foto - foto disana









Hasil melawan backlight, proporsisi gambar 16:9



Mengambil gambar dengan mode Grainy, proporsisi 16 : 9



Mengambil gambar dalam ruangan temaram



Dengan training ini gue bisa memaksimalkan penggunaan kamera gue, dan makin cinta deh sama kamera gue ... hehehe, thanx Olympus.