My Pages

Wednesday, March 2, 2016

Edisi liburan akhir tahun, Australian trip part 2 : Melbourne - Phillip Island

Cucur se cucur cucurnya ....

Aku nggak terlalu betah di Sydney, di Sydney Aku di semprot orang dua kali. Yang pertama saat aku menyetop taksi, aku kira itu maxi taksi, ternyata bukan hanya mirip, mobil wagoon gitu mirip mobil jenazah, sopirnya juga mirip drakula. Sopirnya sedikit kasar, katanya kenapa aku berhentiin dia udah tau berlima, dan dia ngoceh - ngoceh. Yang kedua ketika aku sambil jalan gendong bocah di pantai Bondi, kakek - kakek gitu bertanya berapa umur bocah, trus dia ngoceh - ngoceh harusnya suruh jalan sendiri gitu ... bla .. bla, trus dibilang Lazy Boy gitu lah ... whatdaa ... 

Ada lagi sih, tukang taksi, maksa banget supaya aku  ajak dia nonton kembang api dari hotel tempat aku menginap ... setdah! Saya rasa banyak orang stress hidup disana, karena memang dari aku bicara soal hidup, mereka mengakui hidup disana mehong sejagat ... ya u know lah peristiwa "jangan ada Sianida diantara kita" kemarin itu juga lama tinggal di Sydney kan! 

Jadi Aku sebenernya udah males banget terbang ke Melbourne, cuma 3 hari 2 malam disana. Tanggal 1 Januari, Aku berangkat dari Sydney, pagi hari 1 Januari 2016 jalanan sepi banget, kata sopir orang - orang masih pada tipsy ... masuk akal. Sampai di airport, antrian Virgin air domenstik udah nguler beberapa kilometer kali tuh. Aku sudah ga semangat 45 lah, Aku sudah berasa pengen langsung pulang Indonesia saja, mungkin karena orang Ausie itu kurang ramah, makanannya kurang cocok (Aku juga lagi kangen Indomie goreng banget), dan barang - barang mehong sejagat. Tetapi setelah aku menginjak Melbourne ... wait ... wait ... and it became one of the most memorable journey of my life.

Melbourne itu, sedikit berbeda dari Sydney, biarpun cuma terbang 1 jam 30 menit. Secara landscape, bangunan - bangunan di Melbourne itu lebih artistik dan banyak banguan - bangunan tua yang mempesona. Aku stay di daerah CBD, tepatnya di Hotel and Service Apartment Ibiz ( baca Aibes gitu ternyata hehehe) on Therry Street. Pas disamping hotel adalah Queen Victoria Market yang terkenal, dan ada stasiun trem dengan nama yang sama ... lucky me. Eniwei, peraturannya tetap sama, kalo jumlah penumpang 5 orang lebih harus pake maxi taxi, aku berkenalan sama sopir taksi dari Somalia, namanya Mr. Hashi, ramah banget orangnya, dia cerita soal dia demen banget makan Indomie. Ini bukan kali pertama gua denger soal ketenaran produk kita di luar negri, beberapa temanku di Malaysia, di Paris juga demen banget mi ini. Melbourne banyak pendatang, baru beberapa jam disana aku sudah kenalan dengan orang Somalia dan Bangladesh, dan mereka ramah. Akhirnya aku pun menemukan Indomie goreng !! Haleluyahh.

Hari pertama, aku eksplore di CBD aja, di daerah CBD trasportasinya adalah dengan trem, paduan kota kuno dan trem itu membuat suasana jadi melankolis hahaha, susah digambarkan lah gitu. Kalau istilah fanie adalah laid back, lebih santai daripada Sydney. Kalau naik trem didaerah CBD itu gratis.

Hari kedua aku ikut tour ke Phillip Island dengan http://www.melbournetours.com.au/, jam 8 pagi mobil mirip elf gitu udah sampai di depan hotel, ternyata cuma aku sekeluarga doang yang tour saat itu, jadilah private tour...asik banget! Bapak - bapak pemandu tournya botak, dan besar namanya Hendry, tapi dia ramah banget, dan sabar banget. Dari Melbourne ke Phillip Island perjalanan sekitar 2.5 jam mirip dari Jakarta ke Bandung, diperjalanan yang keliatan adalah hamparan ladang - ladang gandum dan pertanian.

Dibawa kemana saja sih kitah :

1. Ke Maru koala, didalamnya kita bisa bercengkrama dengan koala, kanguru, wallaby, burung merak, kita bahkan bisa peluk kanguru dan gelitikin koala, tempatnya jauh lebih kecil dari Taronga zoo, tapi puas banget. Disini ada cafe dan kita disediakan morning tea. Pertama masuk kandang kangoro, cuma ada dua kangoro yang lagi kawin .... whatdaaa ... ternyata lagi musim kawin ... 

2.San Remo jetty, disini kita bisa bercengkrama dengan burung pelican dan ikan pari.Aku sangat suka disini, karena private tour, aku bisa pakai waktu sesuka saya, air lautnya bening, kita bisa lihat ikan pari berenang, dan bisa nyelupin kaki deket dia kalo berani. Banyak burung pelican yang besar, it was fun.

3. Cape Woolamai, ini adalah ujung dari pulau, tempat tinggal seal dan pinguin, dan tempat yang bagus untuk trekking. Sayangnya lagi males untuk trekking, seandainya ada kesempatan lain, pasti aku sudah tancap gas untuk trekking.

4. Makan siang di Churchill Island Heritage Farm, ini adalah sebuah farmer, kita bisa lihat awal - awal orang bertani disana. Landscape dan pemandangan disana bener - bener indah, kita bisa lihat domba dicukur disini. Kuda - kudanya besar banget, jadi inget kuda Rohan di Lord of The Rings.

5. Koala conservation center, sebenernya isinya cuma koala doang, tapi disini koala dibiarkan hidup sesuai habitat aslinya, nggak seperti di Maru, koala - koala disini susah kelihatan karena diatas pohon. Tapi semua tentang koala ada disini. Kalau kesini jangan lupa beli Ascool Placenta cream! I didn't find anywhere in Australia even in Sydney. Bercak - bercak hitam di tanganku hilang dalam pemakaian seminggu.

6. Cowes, ini adalah sebuah kota kecil ditepi pantai, banyak toko - toko disepanjang pantai, sebenernya dermaganya bagus banget buat foto, tapi karena saat itu lagi ada bazar dan rame banget, jadinya penuh orang. Kalo mau beli oleh - oleh khas disini tempatnya, disini juga banyak jual atribut motogp Phillip Island. 

7. The nobbies and seal rocks, disini seperti padang savana, bisa lihat rumah - rumah pinguin, seperti goa - goa kecil diatas tanah gitu, jadi kalau hari sudah gelap pinguin keluar dari laut dan pulang kerumahnya masing - masing. Dalam hatiku hanya bisa berdecak kagum atas ciptaanNya, bahwa pinguin saja tahu rumahnya ... tapi banyak manusia malah suka salah pulang ke rumah tetangga.

8. Pinguin parade, ini destinasi terakhir kita, sampai sini jam 7 malem, dinner dan siap2 liat pinguin pulang kerja. Ribuan pinguin keluar dari air dan pulang ke rumahnya masing - masing, bahkan ada bayi - bayi pinguin yang nunggu bapaknya (hmm apa emaknya ya ?) pulang, dan mereka peluk - pelukan pas ketemu ... supper cute!! Acara pinguin ini bisa sampe jam 10 malem, tergantung kapan matahari tenggelam, kalo lagi winter kayak waktu aku pergi, ya itu matahari baru terbenam jam 9 malam.

Overall aku puas banget dan ga nyesel pernah ikut tour ini, pernah pergi ke Phillip Island, secara emang aku suka banget hal - hal yang berbau alam. Phillip Island, tempat yang sangat indah di belahan dunia selatan sana.

Eniwei udah puas nulis cerita, sekarang gantian foto - fotonya yang bercerita

@ Melbourne with super cool tram

She sang with the baby at her back



Ini burung merak asli! Sumpah ga saya ambil dari google yah hehehe, warnanya juga no filter jamin !


Cape Woolomai

San Remo Jetty

Look at that clear water and my new friend the stingray

the pelicans

Still at San Remo, Pardon my kaki-mirip-kaki-mandor, yang kotor abis main pasir dan air ituhh

Churchill Heritage Farm

one of the coolest pict i've ever had



Kudanya asli gede banget! Jadi nostalgia kuda - kuda Rohan

Its herb field, and the old farm house ..

Begitulah kira - kira aku di Melbourne, i wanna thank God buat pengalaman ini. Thank u for all readers, c ya on the next post. Attraversiamo,


Monday, February 22, 2016

Edisi liburan akhir tahun, Australian trip part 1 : Sydney

Edisi cerita liburan akhir tahun nih, YANG GA KUAT NGIRI DILARANG BACA !!

Ok, lanjut ... beberapa minggu saya menyelami kedalaman jiwa, dan akhirnya memutuskan untuk ngeliat kembang api new year's eve yang konon super spektakuler di jembatan Sydney. 

Buat saya, perjalanan itu sendiri bukan dimulai ketika kita boarding naik pesawat, tapi dimulai dari mencari tiket, googling soal daerah yang mau dituju, rempong urus visa, dan sebagainya. Biarpun nanti akhirnya batal, saya sudah mengalami sebagian dari perjalanan ... jadi kalo ada orang yang nanya "situ udah pernah pergi ke negara X belom?", jawaban saya adalah "sudah sebagian!" hahaha, karena biarpun kaki saya belom mendarat disana, hati dan pikiran saya sudah sampai duluan, berkat bantuan teknologi, cuma kurangnya yaa ga ada foto selfian disana aja.

Saya terbang dengan Qantas, saya akui itu pesawat tobmarkotob! cuma pramugaranya itu loh ... napa om - om semua ?? Ga ada yang seger - seger deh selama 7 jam perjalanan. Trus mereka seneng banget godain mbak saya si Yance, demen apa Yance cablak apa emang demen sama model tukul hahaha. Eniwei, ini pengalaman saya paling jetlag yang pernah ada, dari Jakarta jam 7 malam, sampe di sana itu jam 2 pagi waktu Jakarta, di mana waktu biologis saya harusnya lagi ngorok dan ngiler. Kenyataannya disana udah jam 6 pagi matahari udah nyengir aja dari ufuk timur. Terpaksa saya harus forsir badan untuk aktivitas layaknya jam 6 pagi. Jam 8 keluar dari bandara eh .... brrrr kok dingin bok ya? Kirain lagi Summer taunya suhu 17 - 18 derajat, jam 9 sampe Hotel, jam 11 sampe di Circular Quay, jam 12-an makan siang untuk lihat Sydney Opera House dan tadinya niat mau foto di Royal Botanic Garden, gagal total karena secara biologis badan saya udah on 27 - 28 jam, maka saya putuskan untuk tidur aja deh!

Turun dari pesawat hal pertama yang saya lakukan adalah cari opal card yaitu kartu untuk naik kereta, dan ganti sim card, karena ternyata XL tidak mumpuni disana. Sistem transportasi di Sydney cukup rempong buat saya yang pergi bersama 5 orang. Peraturan untuk naik taksi yang rempong sejagad karena harus naik taksi khusus yaitu maxi taxi, emang sih bisa telpon untuk pesen dulu, tapi saya pernah salah paham, karena yang saya telpon ga kunjung datang, akhirnya saya telpon lagi dan yang dateng akhirnya dua taksi. Opal Card cuma bisa digunakan di negara bagian NSW (New South Wales), jadi kalo kita pergi ke negara bagian lain, contohnya Melbourne-Victoria, ini kartu ga bisa digunakan. Jalur keretanya juga asli membingungkan, jadi saya saranin untuk download dulu aplikasi Travel View Lite atau Opal Travel, untuk cek kereta dari mana mau kemana, naik turun di peron mana, ya untuk menghindari kebanyakan nanya ... kan tengsin.

Ngapain aja saya selama di Sydney ?

Hari pertama : siang ke Sydney Opera House trus bobo, malam ngejar dinner di Captain Cook cruise ... yang buat saya ga cucok. Kita dinner diatas kapal captain cook mengelilingi satu harbour ke harbour lainnya di Sydney, mulai jam 7 malam dan lama acara adalah 2.5 jam. Masakannya sih enak menurut saya, tapi masih tetep enak nasi uduk. Buat pasangan bulan madu ... boleh banget deh acara ini, tapi anak - anak dengan tingkahnya kayaknya mengacaukan acara bulan madu orang hehehe.

Hari kedua : seharian kita pergi ke Taronga Zoo, dan malamnya kita jalan - jalan ke Darling Harbour, Taronga Zoo sendiri menurut saya masih kalah jauh sama eksotisme Taman Safari Indonesia. Untuk pergi ke Taronga bisa beli tiket terusan ferry dan enterance di wharf - wharf yang ada di Circular Quay.

Hari ketiga : malam tahun baru, siangnya saya sempatin melipir dulu ke Bondi (ternyata bacanya Bondai), pantai yang terkenal banget kan tuh sama acara Bondi rescue, dan Bondi ink ... apa tuh yang kedai tatoo di Bondi. Nah saya sempet tuh ngeliat misi penyelamatan lifeguard Bondai yang terkenal itu, saya bingung kok cowo-cowo lifeguard itu mukanya putih bener sementara lehernya kebawah item, macam mak-mak pengajian yang mau kondangan, ternyata eh ternyata itu efek sunblock yang super tebel. Untuk ke Bondai, turun kereta di Bondi Junction, lalu sambung lagi sama coach, yang gue inget di pintu no 1 bus no 180.

Malemnya ada buffet dinner new year's eve di hotel bersama Fanie and Denny mantan sesama primadona selama kuliah hehehe. Tepat jam 12 malem, saya nyaksikan sendiri kembang api spektakuler sejagat itu, sudah terpenuhi salah satu bucket list gua, thank u Jesus.

Hari ke empat : New year 2016, take off ke Melbourne by Virgin Air. Oh ya untuk naik Virgin, ada peraturan berat bagasi yang tidak bisa disatukan. Jadi kalau perorang itu 13 kg, ada 4 orang tidak bisa digabungkan seperti maskapai kebanyakan 4 x 13 kg gitu. Saya berlima koper cuma 1, saya sendiri 17 kg akhirnya kelebihan bagasi dihitungnya, supaya yang angkat koper ga sakit pinggang katanya ... betapa Virgin lebih mikirin karyawannya ketimbang konsumennya ya hehehe, wich is good.

Hari ke lima : off to Phillip Island, by Melbourne best tour, yang akan saya bahas di postingan gua berikutnya.

Hari ke tujuh : balik ke Sydney, karena belon puas liat Sydney dan masih kangen sama sohib saya si Fanie, sambil beli oleh - oleh di Paddy's market.

Hari ke delapan : balik Indonesia yang tercintahhhh.

Untuk penginapan di Sydney, untuk pengalaman new year's eve, saya pilih di North Sydney Harbour View hotel, kalo kalian mau liat kembang api dari tempat yang paling oke, menurut saya disini tempatnya. Kalian bisa aja sih ngeliat dari publik area, tapi kalian kudu ngantri dari siang dan disana juga katanya desek - desekan. Untuk kamar yang langsung viewnya harbour bridge emang muahal deh, permalam bisa mencapai 8jt rupiah, dan harus ambil 3 minimal 3 malam, saya cuma ngambil kamar yang biasa permalamnya sekitar 3,5 jt, tapi saya tetep bisa ikut nonton kembang api dari parkirannya, yang lagi jadi ajang buffet dinner itu atau bisa juga sih dari jendela deket elevatornya. Hotel ini juga deket stasiun kereta North Sydney, pas disampingnya, jadi kalo mau kemana-mana gampang. Baru aja sampe Jakarta, saya dapet email dari hotel untuk new year's eve 2017 ... alamakk!

Penginapan saya di Sydney lainnya adalah Central Station Hotel, letaknya lebih ke China Town, paddy's market deket dari sini, cuma jalan ke stasiun kereta lumayan jauh.

Eniwei, wisata ke Sydney mehong sejagat ! untuk makan berlima, sekali makan bisa mencapai 700rb, beli oleh-oleh aja kaos gitu nyaris paling murah 100rb, emang dasar kasian banget deh Rupiah kita.

Udah ceritanya, sekarang waktunya saya lihat kembali sebagian besar memorinya


View dari pelataran parkir North Sydney Harbour View Hotel


Kalo ga foto di kedua objek ini, maka ke Sydney harus diulang hehehe.


Sydney malam hari, dari kapal Captain cook cruise, bener - bener darling

Before the lights lit

Sydney harbour bridge


Sepanjang dinding itu, melukiskan duka cita buat korban bom Bali, saya sendiri jadi miris banget ngeliatnya secara saya orang Indonesia, dan kejadian itu di Indo, yang melakukan adalah orang Indo ... ngeri lah.
Queen Victoria Building, yang isinya mall keren gitu, keliatan kecil dari luar, tapi ternyata mallnya luas banget dan bisa muncul dimana-mana. Being tourist was so fun!



Berikut adalah spektakulernya kembang api malem taon baru Sydney yang udah melegenda, berlangsung cuma 15 menitan tapi orang rela piknik dari siang.

My best moment, merayakan pergantian tahun sama sahabat tercintahh !





Thank you Lord, buat pemandangan yang begitu menakjubkan, buat pengalaman yang sudah diberikan, untuk langit biru, dan udara yang bersahabat disana. 

Thank you for read my blog, attraversiamo xoxo