My Pages

Thursday, May 29, 2008

The Island of Dr. Moreau



Gue lagi kena demam rekayasa genetika nih. Bukannya gue yang sok pinter, tapi ga tau kenapa yang dateng akhir - akhir ini berbau genetik. Contohnya saat gue beli buku "next"-nya Michael Chrichton, emang sih yang gue tau, dia demen banget bahas sesuatu yang berbau mistis...hoooo apa coba, maksud gue berbau scientific gitu. Buku Next ini ceritanya juga rekayasa genetika muluuu, udah gitu ceritanya lepas - lepas gitu. Dalam bukunya, ilmuwan menciptakan banyak banget gen - gen, salah satunya tuh, maturity gen yang bisa buat orang jadi dewasa, trus ada gen yang bisa buat orang bersosialisasi lebih baik, gaya banget tuh si Maikel (baca "Michael" .red), gue mikir, ada ngga ye gen yang bisa buat orang jadi kaya, ato gen yang bisa buat orang jadi pinter, gue beli dah satu gudang, hehehehehe.

Nah semalem, pas gue lagi ganti - ganti channel tipi (hoammm....) gue ketemu nih film. Dari judulnya sih gue kaga tau kalo ini pilem apaan, tapi mainnya di Indo loh, gue yakin dah itu indo. Seutan - utannya negara luar, ga ada deh yang bisa nandingin utan indo, hehehehe. Yang gue bingung kenape tiap ada negara Indo di satu filem pasti imejnya buruk - buruk gitu, heran !!!

Bermula dari 3 orang yang terdampar di Java Sea (tau ga dimane ??? Payah !!!) trus mereka berantem untuk memperebutkan sisa air terakhir, akhirnya satu orang menang, dan yang lain mati, ada yang dimakan hiu (emang di launt jawa ada hiu ye ???) trus ada yang di tempeleng sampe mati gitu, alhasil pemenangnya cowok kurus kering yang namanya Douglas (David Thewlis -- kaga pernah denger gue).

Douglas akhirnya ditemukan oleh kapal "Ombak Paniri..." (Kalo gue kaga salah inget nama!!) trus ada abang - abang gitu, ngomong bahasa indonesia sama VAL KILMER!!!! Ceritanya si Val Kilmer ini jadi assistennya Dr.Moreau (Marlon Brando) yang bernama Montgomery (profesinya ahli bedah), trus gayanya bule Bali banget!! (biar di Kalimantan tetep aje gayanya Bali, hehehehe), akhirnya si Douglas ini dibawa ke rumahnya Dr.Moreau yang misterius, soalnya si abang - abang tukang perahu itu nyuruh Douglas ikut Montgomery pergi (ternyata Val Kilmer ngerti bahasa Indo, so gue jadi ga susah - susah banget deh kalo ngedate ama dia, wakakakaka).

Sampai sana, ternyata dunia mengerikan yang nggak pernah dibayangkan Douglas sebelumnya, Douglas dibantu dengan si cantik Aissa (Fairuzza Balk -- kaga pernah denger juga), anaknya Dr.Moreau, untuk melarikan diri tapi gagal, alhasil dia jadi tahanan berjalan disana.

Dr. Morau sendiri diceritakan sebagai "Mad Scientist" yang berhasil dapet nobel tapi diusir dari amrik, gara - gara percobaannya, dan menganggap semua hasil percobaannya sebagai anak - anaknya (anak - anaknya udah sepulau boo!!) dan dia membuat peraturan - peraturan dan berakting sebagai Tuhan disana, semua makhluk hasil percobaannya (yang disebut anak) diimplan sesuatu dalam tubuhnya yang akan menimbulkan rasa sakit jika berbuat jahat!
Dia bermaksud untuk memperbaiki Ras manusia, dan sebagai percobaannya dia mencampur gen manusia dengan gen binatang (ada yang dicampur monyet, ada yang dicampur kucing, ada yang dicampur sama babi, dll), dan Aissa adalah satu yang paling sempurna (campuran ama kucing nih).

Ceritanya dilanjutkan pada satu hari, salah satu makhluk hasil percobaannya (namanya mo-li) melakukan pembunuhan dengan membunuh kelinci hutan (rule #1 : ga boleh bunuh dan makan daging ... yaa semacam jeruk makan jeruk gitu loh). Dr. Moreau akhirnya melakukan sidang
terhadap mo-li, sebenernya mo-li dimaafkan, tapi tiba - tiba dia ditembak sama pelayannya Dr.Moreau.
Hal ini membawa sakit hati makhluk hasil percobaan Dr.Moreau yang lain, bernama Hyna (campuran monyet), dan Hyna merencanakan pemberontakan. Dia mencabut alat rasa sakit yang diimplan kedalam tubuhnya supaya ketika berbuah jahat nggak lagi merasakan sakit yang Dr.Moreau ciptakan.

Hyna mengumpulkan pasukannya, sekumpulan makhluk babi dan monyet, dan pada suatu malam menyergap masuk rumah Dr.Morau dan mereka semua membunuh dan memakan daging Dr.moreau, yang akhirnya membunuh Montgomery (yang udah gila, ternyata Montgomery yang tadinya merencanakan hal ini tapi akhirnya gila). Hyna akhirnya menobatkan diri sebagai Tuhan disana dan menebarkan anarki (maklum sifat binatang = orang).

Douglas dengan kecerdikannya (sambil ketakutan) mengadu domba, dia berkata pada Hyna "Yang makan daging the Father (Dr.Moreau) adalah kalian berlima (Hyna dengan anak buahnya), kalian berlima adalah Tuhan, tapi siapa yang jadi Tuhan nomor 1??"

Perkataan ini menjadi akhir dari filem ini, habis Douglas berkata, mereka main bunuh - bunuhan, dan Douglas selamat.
Filem ini seakan menceritakan bahwa manusia nggak ada bedanya sama binatang, untuk itulah the Father menciptakan peraturan supaya manusia nggak serupa dengan binatang. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang spesial. So Manusia break the rule = binatang (apalagi kalo dicampur anarki)!!

Friday, May 23, 2008

Good sign or bad ??


Tanda dilarang "Kentut", satu - satunya yang pernah gue liat di Ambasador mall. Segala sesuatu memang harus dilihat dari segala sisi, untuk memutuskan. Memang sih yang namanya kentut itu hak asasi manusia, jadi tanda ini termasuk salah satu pelanggaran terhadap hak asasi manusia, yang namanya angin mo lewat yaaa nggak bisa dibendung. Tapi ada satu sisi lain dimana menjaga perasaan orang lain.

Tapi menurut Okezone, bahwa kentut mengurangi resiko kanker :

Seorang doktor asal Perancis, Frederic Saldmann, menyarankan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Perancis, untuk memberanikan diri membuang gas, baik dari mulut maupun dari 'bawah', untuk mengurangi resiko kanker.

Meski ditujukan kepada warga Perancis, saran Saldmann sebenarnya berlaku juga bagi masyarakat global.

Frederic Saldmann menghimbau masyarakat Perancis untuk bisa bersantai dalam menjalani hidup. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mereka sendiri. Cara bersantai yang dimaksud Saldmann adalah keberanian untuk mengeluarkan kentut, sendawa dan keringat.

Saldmann memberikan tips kepada masyarakat Perancis untuk membuang semua larangan sosial yang diadopsi dari budaya Inggris yang tidak memperbolehkan orang-orang untuk bersendawa, kentut dan atau mengeluarkan keringat secara sembarangan.

"Membuang produksi gas di dalam tubuh sebanyak 2 liter dalam sehari merupakan hal yang natural. Sedangkan menahan pembuangan gas tersebut akan sangat berbahaya bagi kelangsungan usus besar,"
Gas yang terdapat dalam tubuh tersebut akan keluar melalui dua cara yaitu melalui atas (mulut) yang diistilahkan menjadi sendawa dan dari lubang bawah atau istilahnya kentut.

Saldmann menganjurkan agar semua orang bisa spontan mengeluarkan keduanya, kapan pun mereka menginginkannya, dibanding harus dengan cara sembunyi-sembunyi.
Hal ini merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko hiatal hernia (turun berok) yang biasanya mengidap di kalangan orang-orang Perancis dan Eropa.
Mempertahankan udara di dalam perut akan meningkatkan penyakit jantung yang sekaligus menyebabkan resiko kanker di pembuluh makanan.

Meningkatnya penyakit ini diprediksi Saldmann karena kurangnya orang-orang melakukan kentut dan sendawa.
Dr Saldmann juga menyarankan untuk membuang obat keringat karena menurutnya menghalangi keringat yang keluar sama halnya dengan menghentikan toxin atau racun untuk keluar dari dalam tubuh.

Selain mengharuskan kentut, sendawa dan berkeringat, Saldmann juga menghimbau warga Perancis untuk mengurangi konsumsi permen karet, tidak boleh makan sambil berjalan dan mengurangi konsumsi minuman bersoda.

Sumber : Okezone

Kalo semua orang boleh kentut, seperti artikel diatas mungkin lama kelamaan orang bisa dikenal sama bunyi kentutnya ya "tuuuutttttt..." (<<>