My Pages

Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Monday, July 26, 2010

My Turn ... INCEPTION

Haaaa, sekarang gilirang gue bercerita soal pengalaman gue nonton film ini, bukan bercerita soal film ini karena gue yakin 1000 persen kayaknya biarpun blon pada nonton, kira - kira orang udah tau ceritanya.

Gue sendiri sampe nonton 2 kali .... bukan karena penasaran yah, karena yang ngajakin adalah 2 orang berbeda, so untuk menyenangkan masing - masing orang itu, ya terpaksa lah gue nonton 2 kali, padahal gue sendiri paling males nonton film berulang, except for this one yah ... karena gue enjoy banget biarpun udah nonton 2 kali.

Selesai nonton pertama kali, kepala gue pusing banget, karena banyak banget penjelasan tentan ilmu subconscious itu yang dijelaskan terlalu cepat (untung gue ga nonton DVD bajakan yang textnya ngelantur kemana - mana) + ditambah sodara gue yang nanya mulu (kok gitu sih, kok tiba - tiba gini sih ... argghhh), dan istilah - istilah kaya "kick" dsb. Selesai nonton yang kedua kali udah lebih mengerti ... gue rasa kalo 1000 kali nonton gue bisa jadi subconscious expert kali huehehe.

Menurut gue film ini emang "MAD" khas film - film Nolan yang lainnya (khayalan tingkat tinggi),endingnya harus kita terjemahkan sendiri (menurut gue it's real not dream anymore) sampai membuat gue mikirin terus berulan - ulang (T_T)

Speak about dream ... gue ga tau apa hanya gue dan Nolan yang bisa merasakan didalam mimpi. Kalau gue mimpi makan, gue bisa merasakan rasa makanan itu even orang yang memberi makanan itu ga menyebutkan namanya. Misalnya gue minum jus alpukat, gue akan merasakan juice alpukat, demikian kalo makan kue tart yang ada warna kuning gue akan merasakan kue + lemon. Ga cuma makan, kalo gue di cubit orang di dalam mimpi gue pun akan sakit, pernah satu malam, gue mimpi di sodok orang pake kayu ke pinggang gue, sontak gue bangun (istilah Nolan "kick") dengan nyeri pinggang kayak di sodok orang, setelah gue bangun perlahan - lahan nyerinya ilang trus gue takut tidur lagi. Gue juga pernah mimpi bersambung 3 malam berturut - turut, mimpi gue juga nyata banget rasanya, orang pernah tanya gue "mimpi gue berwarna ato item putih" akakaka ... mimpi gue berwarna and so clear .. kek TV plasma ! Dan gue selalu mimpi even tidur hanya 2 jam .... i think it's kinda weird ... tapi biarlah ... mo diapain lagi.

Aniwey, yang blon nonton filmnya ... KUDU NONTON !!!

Thursday, March 18, 2010

Banlieue 13 (District 13)

Satu kata buat film ini, "TOPMARKOTOB", Cerita tentang seorang anak jalanan dan seorang polisi khusus yang saling bantu membantu untuk menyelamatkan salah satu distrik paling rusak di Perancis, Distrik 13, demi alasan kemanusiaan.

Film ini menyuguhkan satu seni bela diri baru, Parkour , dimana salah satu pemeran utamanya, Leito (David Belle) adalah founder dari seni bela diri ini. Film ini juga ada sekuelnya Banlieue 13 : Ultimatum (lebih keren lagi) .... dan gue berharap sekuelnya sampe 100 !!!

Thursday, November 26, 2009

Demolition man


I just saw this movie two days ago, frankly, i admit that i have a very weird tase of movie. Other say bad, sometimes i'll say good and otherwise. So here is another "good movie" in my opinion : Demolition man.
Look at the cover ? it just looks a like a very serious movie ! But in fact, this movie was hilarious .. hyehehehehe. It's an old movie, made in 1993. Stalone looks handsome at that age, but looks very weird in that movie since his image is Rambo / Rocky.
So here is the story. LA, 1996, there was a bad thug named Simon Phoenix (Wesley Snipes), he was the most dangerous thug at the century (20th) no one could ever capture him. So there was a very brave cop named John Spartan (Stalone), and like any other action movie, Spartan arrested him with a mistake (explode a building contains hostage). So short story, Spartan and Phoenix were punished by frozen them to the ice cube.
A man named Dr. Raymond Cocteau, for almost 34 years, built a very secure comunity, he combined LA, San Diego, Santa Barbara into one city named San Angeles. For almost 34 years no crime at all in the city, and all the cop never have any crime experience.
San Angeles, 2032 (21th), Phoenix escaped and spread the terror throughout the city. No one can handle him becoz lack of experience, insisted, so they have to release Spartan too. The peacefull city turn into violence again.
The movie it self was very hilarious, since Spartan and Phoenix came from 20th, they were so lack of the technology. So they both acted very stupid ! Oh ya, there was Sandra Bullock (Lenina Huxley) too, she acted as Spartan 21th century partner.
One of the most funny scene was, when Spartan and Huxley wanna made love, they use electro magnetic wave helmet to do it virtually (phisically intercourse is illegal) ... so funny.
i really like this movie, even i didn't finished the movie becoz of time (very late), i have to search the DVD !!!

Friday, April 24, 2009

Death Becomes Her


Ini filem yang kudu ditonton oleh all girls around the world, keliatan dari posternya jadul banget ya, jelas aja ini filem diputar tahun 1992, booo!

Filem ini diperankan oleh 3 bintang Holywood kelas atas : Meryl Streep as Madeline Ashtone (artis broadway yang super seksi plus cantik), Bruce Willis as Dr. Ernest Menville (dokter spesialis operasi plastik), dan Goldie Hawn as Helen Sharp (penulis novel).

Cerita dimulai dari pertunjukan nyanyi Madeline Ashtone, dimana dihadiri oleh keponakannya Helen Sharp dan calon suaminya Dr. Erneset Menville. Helen sengaja membawa calon suaminya menemui Madeline untuk menguji iman dan kesetian sang calon suami (kurang kerjaan banget!) karena 2 calon suami sebelumnya selalu gagal uji iman dan berakhir dipelukan Madeline.

Ternyata Ernest juga gagal menghadapi ujian iman, dan jatuh ketangan Madeline. Akhirnya Madeline dan Ernest menikah, sedangkan Helen berakhir di rumah sakit jiwa, menjadi gendut, jelek, dan stress. Setiap hari yang diceritakan saat konseling adalah soal Madeline, sehingga teman - temannya di RS jiwa jadi tambah stress saat waktu konseling tiba, termasuk sang dokter. Sampai suatu saat sang dokter mengucapkan "lenyapkan saja", maksud sang dokter sih melenyapkan ingatan akan Madeline, tetapi di pikiran Helen berubah menjadi membunuh Madeline secara fisik.

7 tahun berlalu, tiba - tiba Madeline mendapan undangan peluncuran buku baru Helen. Madeline pergi ke klinik kecantikan untuk dipermak ulang, tapi tidak diperbolehkan karena dia baru melakukannya 3 minggu yang lalu, padahal seharusnya baru boleh melakukannya jika lebih dari 6 bulan. Oleh pemilik klinik, Madeline dirujuk untuk menemui Lisle Von Rhoman (Isabella Rossini), seorang yang katanya adalah pakar kecantikan dan bisa membuat orang hidup muda selamanya.

Madeline datang bersama Ernest, betapa terkejutnya dia mendapati Helen yang super seksi, nggak seperti 7 tahun yang lalu. Helen mengadu domba Ernest dan Madeline agar mereka bertengkar satu dengan yang lainnya. Madeline menjadi amat frustasi, apalagi setelah dia mengetahui bahwa pacar gelapnya berselingkuh dengan gadis yang jauh lebih muda dari dia.

Akhirnya di tengah kegalauannya dia memutuskan untuk menemui Lisle. Sesampainya di kediaman Lisle yang seperti kastil drakula, Lisle memberikan ramuan kecantikan kepada Madeline, dan dia berpesan untuk menjaga tubuh Madeline secara hati - hati, dan ketika sudah 10 tahun dianjurkan untuk berpura - pura meninggal. Setelah meminum ramuan sihir tersebut, jadilah Madeline muda kembali. Sementara itu dirumah, Ernest dan Helen merencanakan pembunuhan Madeline.

Sesampainya dirumah, Ernest secara tidak sengaja mendorong Madeline, dan Madeline jatuh dari tangga dan membuat tubuhnya patah - patah dan detak jantungnya berhenti alias meninggal, tetapi anehnya Madeline masih bisa bergerak meskipun tanpa detak jantung, hanya bentuknya nggak karuan, dan membutuhkan pertolongan Ernest untuk mempermak tubuhnya kembali.

Sementara Ernest mempermak tubuh Madeline kembali, Helen masuk kedalam rumah, untuk membunuh Madeline, dan terjadilah pertempuran antara Helen dan Madeline. Madeline menembak tubuh Helen sampai perutnya berlubang dan ternyata Helen masih bisa bergerak. Ternyata diketahui bahwa Helen pun mengunjungi Lisle juga dan ikut meminum ramuan awet muda tersebut.

Akhirnya mereka sadar bahwa ga ada salah satu dari mereka yang akan bisa memenangkan perkelahian tersebut, karena mereka sama - sama ga bisa mati, tapi setelah mereka berkelahi tubuh mereka jadi berantakan, mau - ga mau mereka akhirnya sepakat untuk mempergunakan Ernest untuk memperbaiki tubuh mereka selamanya. Tapiii masalahnya Ernest itu hanya manusia biasa dan bisa mati, setelah Ernest mati siapa yang akan memperbaiki tubuh mereka jika rusak ?

Mereka akhirnya bekerja sama untuk membujuk Ernest agar meminum ramuan sihir Lisle, agar bisa hidup selamanya bersama mereka. Ernest menolak dan melarikan diri dari jebakan mereka.

Cerita melompat ke 37 tahun kemudian, saat pemakaman Ernest. Dalam khotbah sang pastor dalam rangka mengenang Ernest, dinyatakan bahwa Ernest menemukan rahasia hidup abadi melalui kehidupan dari anak dan cucunya, bahwa manusia ga selamanya benar - benar meninggalkan dunia ini, karena mereka masih hidup didalam hati keturunan mereka, dan hati emua orang yang mencintainya.

Saat mereka menghadiri pemakaman Ernest, tubuh mereka sudah benar - benar rusak, meskipun masih awet muda tapi beberapa bagian mereka seperti kaki sudah sulit dikendalikan, karena menurut Lisle, tubuh mereka harusnya hanya bisa digunakan 10 tahun.
Akhir dari filem, Helen terpeleset kaleng cat yang digunakan untuk mengecat tubuhnya sendiri, sementara dia jatuh, dia menarik Madeline bersamanya. Mereka berdua akhirnya jatuh berguling - gulingan di tangga dan benar - benar hancur berantakan, tanpa bisa memperbaiki satu dengan yang lainnya.

Pesan dari filem ini : Yahhh namanya juga cewee gitu loooo !

Monday, January 12, 2009

the Curious Case of Benjamin Button


"Live isn't measured in minutes but in moments"

Itu salah satu quote yang ada di cover dvdnya ... mengena di hati banget !

Curious Case of Benjamin Button bercerita mengenai seorang anak laki - laki yang lahir dengan pembawaan aneh. Dia lahir tua, fisiknya ketika dilahirkan menyerupai kakek - kakek berusia 80 tahun semakin umurnya bertambah maka fisiknya pun semakin muda, dan dia meninggal ketika berumur 80 tahun, saat itu fisiknya adalah berupa bayi kecil.

Film ini dibintangi oleh Brad Pitt sebagai Benjamin Button dan Cate Blanchett sebagai Daisy, dan mengambil era tahun 1920an dan berjalan maju seiringan bertambahnya umur Benjamin.

Benjamin adalah seorang anak pengusaha kancing yang kaya raya, ketika dia lahir, ibunya langsung meninggal dunia, dan ayahnya akhirnya membuang dia di salah satu rumah jompo di New Orleans. Benjamin kecil dirawat oleh seorang negro yang mengurus rumah Jompo tersebut.

Filem ini mengisahkan perjalanan hidup seorang Benjamin, mulai dari pergaulannya dengan para jompo, menjadi seorang pelaut, jatuh cinta dengan Daisy, dan sampai akhir hidupnya.

Buat gue, filem ini mengajarkan gue untuk menghargai semua momen yang pernah ada didalam hidup gue, baik yang susah maupun yang gembira, intinya kedua momen itu punya satu tujuan, yaitu membentuk diri gue seperti apa adanya sekarang ini.

Menurut gue filem ini berkesan banget, pertama memang nggak pernah ada yang buat filem seperti ini sebelumnya, jadi ketika nonton gue sedikit curious. Overall filem ini bisa dikasih rating 9 dari 10.

Tuesday, December 16, 2008

Twilight the Movie


Akhirnya setelah gue baca review beberapa temen gue mengenai film ini, sekarang giliran gue untuk membahas Twilight menurut sudut pandang gue.

Buku ke-4 Twilight series, Breakin Dawn, udah sekitar 6 bulan yang lalu habis gue lahap, sekarang setelah nonton filmnya gue jadi sedikit bingung aja .... hahaha apa gue dah lupa ye isi semua bukunya secara ... abit borring gitu!

1. Edwardnya kok biasa aja ya ..., dulu awal - awal gue baca bukunya sebelom liat muka Edward kayak apa (udah ngebayangin yang nggak - nggak ...hehehe), lalu pas baca setengah bukunya gue coba googling "Edward Cullen" selaen "kharolina Lesli" (wakakaka ketauan narsis), itu pertama kalinya gue tau muka Edward kayak apa, tapi belum versi film (ga tau gambar dari mana tuh ... tapi cute juga), lalu gue googling lagi "Edward Cullen" pas gue baca buku 2 (masih penasaran) barulah gue liat Edward versi Movie (jadi gue punya 2 versi gambaran Edward), yang menurut gue cukup ketuaan dari bayangan gue, tapi lumayan lah pantes juga. Sekarang setelah gue nonton gambar bergerak + suaranya + aktingnya .... kayaknya image Edward Cullen di benak gue ancur berantakan deee.

2. Kerlaile a.k.a Carlisle, gue cukup surprise juga bacanya begini, dulu gue bacanya cuma "Karlisel", malah kalo lagi males, bacanya "karusel" hekekeke. Menurut gue dia rada mirip campuran Tom Cruise dan Liutenant Dana Startrek, putihnya dibuat - buat (kalo Dana kan ijo), padahal Esme sama anak -anaknya aja nggak seputih itu.

3. Rumahnya bener - bener mengejutkan, gue kira bangunan kuno warna putih yang gueeedeee banget (dalem bayangan gue), ternyata cukup rumah model sekarang yang minimalis. Terutama kamar Edward, yang menurut gue kecil banget, kayak kamar anak kos - kosan. Gue yang salah apa lupa ya ? Seinget gue nanti di kamar itu bakal diletakin ranjang gede bange buat Bella, nah kalo kamarnya kecil gitu gimana naro ranjang itu ? ato dia pindah kamar ya ? tauk ah ...

4. Pas maen baseball, kerennnn .... dicampur supermasive black hole, oke banget + Jesper yang bener - bener keren waktu main baseball.

5. Bicara soal tokoh : Rosalie : ketuaan, Emmet : kemudaan, harusnya dia tuh tampangnya lebih sangar secara kalo dibukunya (yang ketiga) banyak bekas luka, Jasper : oke banget, pas, Alice : oke, sesuai sama bayangan gue, Esme : kurang cantik (gue ngebayangin esme kayak Elfnya LOTR), Carlisle : udah gue bahas, James : oke, Victoria : Cantik banget, Laurent : oke, Charlie : oke difilem lebih oke dari bayangan gue, and the last Jacob : hmm kok rambutnya gondrong banget ya ? tapi mukanya sih sesuai.

Nah akhirnya gue ketemu juga gambar Edward versi 1 gue dulu :


But overall, Movie dan bukunya nggak beda jauh, plotnya pun sama nggak ada yang ditambahin dan nggak ada yang dikurangin, dan gue cukup enjoy nonton filmnya meskipun rada pening karena itu layar bioskop gede banget, heheheh yaaa gpp lah namanya juga gratisan ... thank u miss Phan ^^

Saturday, August 16, 2008

The Descent

Film ini kudu ditonton sama orang - orang yang emang gila sama alam. Sepanjang gue duduk di depan tipi, gue menemukan 2 film yang bertemakan pecinta alam.

1. Vertical Limit : yang bercerita tentang pendakian ke Himalaya, tragedi yang terjadi serta penyelamatannya. Genre film ini action, dan keren !!!

2. The Descent, yang bakal gue ceritain belakangan. Tapi film ini bergenre horor, dan seperti film - film horor lainnya, endingnya emang nggak bisa dipercaya.


The descent bercerita tentang 6 cewek pecinta alam(Juno, Sarah, Elisabeth,Holly, Rebbeca, Sam) yang bersahabat dari lama.

Filem dimulai dengan adegan Juno, Sarah, Holly yang lagi asing nge-jeram disungai. Sepulang dari nge-jeram, Sarah dan keluarganya mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan suami dan anak satu - satunya meninggal.

Kecelakaan itu membuat Sarah (Shauna Macdonald) trauma, dan beberapa tahun kemudian Sarah berupaya untuk berkumpul lagi dengan teman - temannya untuk melupakan kecelakan tersebut.

Akhirnya keenam sahabat tersebut berkumpul lagi, kali ini mereka akan melakukan penjelajahan goa. Juno (Natalie Jackson Mendoza) dipercaya untuk memimpin ekspedisi ini karena, doi yang paling jago untuk caving.

Setelah setengah perjalanan goa, keenam cewek ini nyasar, dan ga bisa menemukan jalan keluar. Setelah diusut - usut, ternyata Juno berbohong, dia nggak membawa kelompoknya ke gua yang direncanakan semula, dia membawa mereka ke gua yang sama sekali belum pernah tersentuh manusia. Tujuan Juno sih mau mengklaim dirinya atas goa itu, sebagai first expeditor, tapi karena perbuatannya itu temen - temennya jadi korban semua.

Ternyata didalam goa itu ada caveman, alias manusia goa, yang akhirnya memburu mereka satu persatu. Didalam keadaan gawat gini akhirnya diketahui bahwa Juno terlibat affair sama suami Sarah, dan sarah akhirnya menusuk Juno. Akhirnya Sarah menemukan jalan keluar, dan akhirnya dia bebas dari goa itu, dia menuju ke mobilnya dan melarikan diri jauh - jauh.

Pada akhir film, Sarah yang lagi trauma karena kejadian di goa itu, muntah - muntah dan tiba- tiba ada sosok Juno disampingnya, ternyata kebebasan dia hanya mimpi, dan ketika terbangun dia masih ada didalam goa ...... yaaa T_T, gitu deee kalo nonton film horor !!!

Film ini tiba - tiba menyadarkan gue bahayanya kegiatan alam, gila kan dulu nggak kebayang kalo banyak hal bahaya digunung dan di utan, kita mah enjoy - enjoy aja. Emang sih kadang kita ketemu beberapa monster utan yang antara lain monyet, pacet, dan uler, tapi kita nggak pernah ketemu caveman ... wakakakaka, gue rasa pacet sama caveman ada persamaannya, sama - sama suka darah ... hehehehehe.

Suddenly mengingatkan gue beberapa taon kebelakang, when i was 16 or 17 maybe. Saat gue lagi seneng - senengnya jadi anak gunung, yaaaa nggak bisa dibilang anak gunung juga sih wong gue juga ga ekstreem - ekstreem banget, seinget gue sih cuma pernah naik ke puncak 4 gunung di Jawa Barat doank dan ngadain beberapa kemping. Tapi cukup memberikan gue pengalaman lain didalam hidup gue, saat kita demen - demennya gantungin carabiner di tas kita, saat kita bangga banget pas pake tas eiger, saat kita stress gara - gara masak air pake misting dan parafin yang nggak mateng - mateng, saat kekurangan air di Cermai, dan saat - saat ketakutan karena jalanan kok cuma muter - muter doank, hehehehehehehe.

Sayangnya saat itu, kita - kita masih kere dan ga punya teknologi untuk mengabadikannya. Kalo saat ini disuruh balik lagi sih gue ga jamin bisa apa ngga deeee, bener - bener menguras tenaga, tiap kali pulang gunung, gue inget pasti jalan gue kayak robot, semua sendi serasa ditotok ama jagoan kungfu, sakit bgt kalo digerakin, padahal sebelom naik gunung juga udah latihan fisik, antara lain lari di Senayan yang ujung - ujungnya shopping di kaki 5, wakakakaka. Gue inget gara - gara ini temen gue, si Uci, bisa beli sepatu nike ninja (waktu itu lagi ngetren banget nih sepatu) dengan harga miring bgt !!!

Hutan Pinus, Gede Pangrango



Saat rame - rame kedinginan dalem tenda dan gagal nabun pula !!! T_T





Tuesday, August 12, 2008

Mercury Rising

Satu lagi film pilihan gue, thanx to Trans TV yang bioskopnya cukup menghibur sebagai orang yang males beli DVD tapi bete dirumah kalo malem2.

Bagi penggemar film Bruce Willis, emang musti kudu nonton film ini, karena genre filmnya sama mirip - mirip dengan Die Hard seriesnya.

Mercury Rising (1998),







Ceritanya berkisah tentang NSA yang mengeluarkan jenis enkripsi baru, yang digunakan sebagai media komunikasi antara Amrik dan salah satu mata - mata Amrik untuk Sadam. Untuk menguji apakah kira - kira enkripsi ini bisa dijebol apa nggak, maka dua orang programmer NSA, Dean (Robert Stanton) & Leo (Bodhi Elfman), mempublish enkripsi ini di majalah teka - teki (lagian ngapain jugaaa nih orang kurang kerjaan !!!)

Gue sih kurang paham isi dari teka - tekinya, tapi sih kayaknya teka - teki itu generate no telpon NSA gitu.

Selama bertahun - tahun ngga ada yang nelpon ke NSA, yang artinya ga pernah jebol sampai suatu saat, seorang anak autis yang bernama Simon (Miko Huges) berhasil memecahkan teka - teki itu. Bagi Simon, kode - kode enkripsi itu just a piece of cake gitu lah, ga sampe semenit dia langsung nelpon NSA, dan di lacak oleh Dean dan Leo.

Kepala NSA, Nicolas Kudrow (Alec Baldwin) mendapat laporan bahwa enkripsinya dipecahkan sama anak autis umur 9 tahun, kontan dia langsung marah besar. Pertama - tama dia marahin anak buahnya si Dean dan Leo, dan menyuruh mereka tutup mulut. Langkah kedua, menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Simon dan Keluarganya (kasian banget kan Simon, udah autis trus bapak ibunya dibunuh).

Ketika bokap nyokap simon dibunuh, simon berhasil ngumpet dilemari dan akhirnya ga bisa ditemuin sama si pembunuh dan sama polisi yang lagi investigasi di rumahnya.
Dalam kepanikan si Simon ga bisa ditemuin, datenglah si jagoan Detektif Art (Bruce Willis).

Bruce Willis meminjam Hp punya temennya, dan naik ke kamar simon untuk nelpon siapa yang gue ngga tau (iya laaa, emang gue sutradaranya !). Ketika Art memencet tombol angka di Hp, otomatis Simon yang senang hal - hal aneh mengikuti nada tombol tersebut, jadinya ketika si Art mencoba menelpon, dia mendengar bunyi "nat ..nit ...nut ... nut ..nit" gitu (pake gue contohin segala !)
Art kemudian mengetahui Simon bersembunyi didalam lemari, dan akhirnya ditemukan dan dibawa kerumah sakit.


Art nggak tau bahwa Simon penderita autis, tapi akhirnya tau juga, jadi film ini bener - bener menyentuh dengan bagaimana si Art mencoba menyelamatkan Simon dari kejaran pembunuh, bela - belain karir dan segalanya untuk si Simon ini yang nggak bisa berkelakuan seperti manusia biasa, bahkan Art jadi kewalahan minta ampun, udah musti ngadepin penjahat trus musti ngadepin kelakuannya Simon.

Sampai akhirnya ketauan si Kudrow penjahatnya, dan Simon pun selamat serta diadopsi sama keluarga barunya.

Sebenernya sih film ini ketauan banget akhirnya, dan buat gue biasa2 aja, kalo ngga ada si Simon, gue bener2 tersentuh sama peran si Simon. Ngga ada yang tau rahasia kedalama pikiran, dan anak autis ngga bisa disalahin karena dia berhasil memecahkan teka teki yang orang biasa ngga bisa.

Gue punya adik yang autis juga, dan gue akuin, bahwa anak - anak kayak gini melihat hal2 yang nggak bisa kita liat, dan berkelakuan nggak seperti manusia normal.
Gue salut sama orang tua yang mampu untuk merawat anak seperti ini, kalo gue sendiri ga tau apa gue punya kesabaran untuk hal kayak gitu, tapi mungkin itu ujian buat para ortu.
Gue juga bersyukur sama Tuhan, kalo bokap gue mampu untuk membiayain sekolah dia yang mahalnya jauh dari sekolah orang biasa, dan mampu memenuhi segala kebutuhan dia.

Overall, film ini berkesan buat gue, mungkin karena gue kaga pernah nonton film yang ngelibatin orang autisme dan mungkin karena gue juga punya adik yang menderita hal yang sama, malah kadang gue merasa cukup autis juga .....cckckckckckck.

eXistenZ (capital ex capital zee)


Hmm it's hard to tell how this movie from my prespective, tapi yang jelas gue nonton film ini sampe nganga ...... ('o'), pertama karena gue juga mantan gamer, yang dulu gila banget ama game, so buat gue film ini keren, tapi disisi lain sebagai penonton, gue bingung ama nih film, tapi kalo sampe gue tulis di blog gue ini berarti gue cukup terkesan sama film ini.



Alurnya dimulai dari acara testing game baru yang namaya eXistenZ (capital ex capital zee) ga boleh salah kapital, kayaknya .... wakakaka. Acara testing game baru dimulai dari perkenalan akan game designernya, Allegra Geller (Jenifer Jason Leigh).



cakep ye designer gamenya ??




Yang gue bingung acara tester game kok ngga ada komputer, trus acaranya diadain didalem gereja tua gitu.

10 tester dipanggil untuk maju duduk di bangku depan yang udah disiapin gitu, lalu designernya ngeluarin daging ... eh kabel .. tau deh gitu, dari tasnya dan dibagi - bagiin ke para testernya. Taunya itu tongkat senang (kalo kata orang Malaysia) a.k.a Joystick kalo difilmnya disebut biopod, kalo difilmnya sih itu makhluk hidup, dibuat dari daging amphibi. Lalu masing - masing orang plug joysticknya ke "bioport" (port game yang langsung ada di badan orang tersebut, letaknya di tulang punggung belakang) <-- wong edan.

Joysticknya itu kayak yang dipegang Allegra di fotonya. Ketika orang2 mulai menyentuh biopodnya, mereka masuk kedalam virtual reality, tapi ini bener - bener virtual, mereka bisa menyentuh, mencium, layaknya didunia nyata, lalu mereka mulai mengikuti peran mereka masing - masing di permainan tersebut. Saat Allegra dan teman - teman lagi asik di dunia virtual, ada seorang penyusup (Vik Sahay) yang menembak Allegra, akhirnya Allegra dan kawan - kawan terlepas dari game, dan game versi original yang ada didalam biopod Allegra corrupt.

Dengan bantuak security perusahaan, Ted Pikul (Jude Law), Allegra diamankan. Cerita punya cerita, ternyata didunia itu banyak yang mau membunuh Allegra karena Allegra dituduh sudah meracuni pikiran orang dengan gamenya, orang jadi ngga tau mana dunia bener dan dunia game. Dalam perjalanannya, Allegra berusaha untuk memperbaiki gamenya, dan untuk itu dia butuh bantuan Ted Pikul, untuk masuk bersamanya kedalam game dan memeriksa error, tapi sayang Ted ngga punya bio port, dia takut bakalan kena penyakit dari bioport yang diplug sama daging amphibi, ya iyaaa laaa ... gue juga ngeri kaleee.

Tapi demi menolong Allegra, akhirnya Ted setuju untuk membuat bioport. Dengan bantuan seorang penjaga gas station (Willem Dafoe), Ted dibuatkan bioport. Akhirnya mereka siap untuk masuk kedalam game. Allegra kemudian menusukan biopodnya ke dalam bioport Ted, nggak lama kemudian, biopod Allegra konslet. Ternyata si tukang bensin jahat juga dan emang bertujuan untuk merusak biopod Allegra supaya game itu musnah selamanya. Akhirnya Allegra dan Ted melarikan diri lagi ke tempat si pembuat biopod dan meminta bantuannya untuk ngebetulin biopodnya sekaligus membuatkan bioport yang baru buat Ted. Akhirnya ternyata diketahui bahwa ada konspirasi dibalik semua ini bahwa ada pihak yang menginginkan kematian Allegra demi perkembangan virtual reality game lain ... judul gamenya gue lupa.

Allegra dan Ted akhirnya, masuk ke dunia game baru tersebut melalui game eXistenZnya, dan mengetahui memang ada orang - orang yang berkepentingan mau membunuhnya. Filmnya berlansung masuk keluar virtual reality satu dengan yang lain, dan diberi tahu bahwa akhir dari game eXsistenZ bahwa Ted mencoba membunuh Allegra juga, tapi akhirnya Allegra membunuhnya duluan.

Akhirnya 10 orang tersebut kembali ke dunia nyata, dan mereka memulai diskusi mengenai game tersebut. Dan tebak ??? semua orang jadi gila, karen mereka masih bingung apa ada didalam permainan apa nggak, sangking mereka nggak bisa bedain yang mana dunia nyata yang mana yang dunia game, rasanya sama. Begitu deh akhir dari film ini, yang akhirnya meninggalkan kesan ngambang buat gue, ngambang bukan dalem arti filmnya ga jelas, tapi mikir aja gimana kalo sampe suatu saat game virtual reality yang ada sekarang bisa menyentuh level seperti itu, hebat !! Seperti The Sims, biarpun dia bukan virtual reality tapi cukup masuk akal aja kalo ada orang yang mikirin jangan2 hidup kita juga dikendalikan sama orang2 lain yang lebih superior dari kita, hehehehe <-- gila abis nonton film itu, kan lo ga tau kalo ternyata diatas kepala lo ada tanda prisma ijo kayak gini :








yang artinya lo lagi dikendalikan, hehehehehe........................ "WHY SOOOO SERIOUS, LETS PUT A SMILE ON THAT FACE" !!!

Thursday, May 29, 2008

The Island of Dr. Moreau



Gue lagi kena demam rekayasa genetika nih. Bukannya gue yang sok pinter, tapi ga tau kenapa yang dateng akhir - akhir ini berbau genetik. Contohnya saat gue beli buku "next"-nya Michael Chrichton, emang sih yang gue tau, dia demen banget bahas sesuatu yang berbau mistis...hoooo apa coba, maksud gue berbau scientific gitu. Buku Next ini ceritanya juga rekayasa genetika muluuu, udah gitu ceritanya lepas - lepas gitu. Dalam bukunya, ilmuwan menciptakan banyak banget gen - gen, salah satunya tuh, maturity gen yang bisa buat orang jadi dewasa, trus ada gen yang bisa buat orang bersosialisasi lebih baik, gaya banget tuh si Maikel (baca "Michael" .red), gue mikir, ada ngga ye gen yang bisa buat orang jadi kaya, ato gen yang bisa buat orang jadi pinter, gue beli dah satu gudang, hehehehehe.

Nah semalem, pas gue lagi ganti - ganti channel tipi (hoammm....) gue ketemu nih film. Dari judulnya sih gue kaga tau kalo ini pilem apaan, tapi mainnya di Indo loh, gue yakin dah itu indo. Seutan - utannya negara luar, ga ada deh yang bisa nandingin utan indo, hehehehe. Yang gue bingung kenape tiap ada negara Indo di satu filem pasti imejnya buruk - buruk gitu, heran !!!

Bermula dari 3 orang yang terdampar di Java Sea (tau ga dimane ??? Payah !!!) trus mereka berantem untuk memperebutkan sisa air terakhir, akhirnya satu orang menang, dan yang lain mati, ada yang dimakan hiu (emang di launt jawa ada hiu ye ???) trus ada yang di tempeleng sampe mati gitu, alhasil pemenangnya cowok kurus kering yang namanya Douglas (David Thewlis -- kaga pernah denger gue).

Douglas akhirnya ditemukan oleh kapal "Ombak Paniri..." (Kalo gue kaga salah inget nama!!) trus ada abang - abang gitu, ngomong bahasa indonesia sama VAL KILMER!!!! Ceritanya si Val Kilmer ini jadi assistennya Dr.Moreau (Marlon Brando) yang bernama Montgomery (profesinya ahli bedah), trus gayanya bule Bali banget!! (biar di Kalimantan tetep aje gayanya Bali, hehehehe), akhirnya si Douglas ini dibawa ke rumahnya Dr.Moreau yang misterius, soalnya si abang - abang tukang perahu itu nyuruh Douglas ikut Montgomery pergi (ternyata Val Kilmer ngerti bahasa Indo, so gue jadi ga susah - susah banget deh kalo ngedate ama dia, wakakakaka).

Sampai sana, ternyata dunia mengerikan yang nggak pernah dibayangkan Douglas sebelumnya, Douglas dibantu dengan si cantik Aissa (Fairuzza Balk -- kaga pernah denger juga), anaknya Dr.Moreau, untuk melarikan diri tapi gagal, alhasil dia jadi tahanan berjalan disana.

Dr. Morau sendiri diceritakan sebagai "Mad Scientist" yang berhasil dapet nobel tapi diusir dari amrik, gara - gara percobaannya, dan menganggap semua hasil percobaannya sebagai anak - anaknya (anak - anaknya udah sepulau boo!!) dan dia membuat peraturan - peraturan dan berakting sebagai Tuhan disana, semua makhluk hasil percobaannya (yang disebut anak) diimplan sesuatu dalam tubuhnya yang akan menimbulkan rasa sakit jika berbuat jahat!
Dia bermaksud untuk memperbaiki Ras manusia, dan sebagai percobaannya dia mencampur gen manusia dengan gen binatang (ada yang dicampur monyet, ada yang dicampur kucing, ada yang dicampur sama babi, dll), dan Aissa adalah satu yang paling sempurna (campuran ama kucing nih).

Ceritanya dilanjutkan pada satu hari, salah satu makhluk hasil percobaannya (namanya mo-li) melakukan pembunuhan dengan membunuh kelinci hutan (rule #1 : ga boleh bunuh dan makan daging ... yaa semacam jeruk makan jeruk gitu loh). Dr. Moreau akhirnya melakukan sidang
terhadap mo-li, sebenernya mo-li dimaafkan, tapi tiba - tiba dia ditembak sama pelayannya Dr.Moreau.
Hal ini membawa sakit hati makhluk hasil percobaan Dr.Moreau yang lain, bernama Hyna (campuran monyet), dan Hyna merencanakan pemberontakan. Dia mencabut alat rasa sakit yang diimplan kedalam tubuhnya supaya ketika berbuah jahat nggak lagi merasakan sakit yang Dr.Moreau ciptakan.

Hyna mengumpulkan pasukannya, sekumpulan makhluk babi dan monyet, dan pada suatu malam menyergap masuk rumah Dr.Morau dan mereka semua membunuh dan memakan daging Dr.moreau, yang akhirnya membunuh Montgomery (yang udah gila, ternyata Montgomery yang tadinya merencanakan hal ini tapi akhirnya gila). Hyna akhirnya menobatkan diri sebagai Tuhan disana dan menebarkan anarki (maklum sifat binatang = orang).

Douglas dengan kecerdikannya (sambil ketakutan) mengadu domba, dia berkata pada Hyna "Yang makan daging the Father (Dr.Moreau) adalah kalian berlima (Hyna dengan anak buahnya), kalian berlima adalah Tuhan, tapi siapa yang jadi Tuhan nomor 1??"

Perkataan ini menjadi akhir dari filem ini, habis Douglas berkata, mereka main bunuh - bunuhan, dan Douglas selamat.
Filem ini seakan menceritakan bahwa manusia nggak ada bedanya sama binatang, untuk itulah the Father menciptakan peraturan supaya manusia nggak serupa dengan binatang. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang spesial. So Manusia break the rule = binatang (apalagi kalo dicampur anarki)!!

Tuesday, May 13, 2008

Dr.Seuss Quotes



Love all these quotes :

1. A person's a person, no matter how small.

2. Adults are just obsolete children and the hell with them. (Gyahahaha, yang ini keren!!)
3. Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter and those who matter don't mind.
4. Don't cry because it's over. Smile because it happened
5. I like nonsense, it wakes up the brain cells.
Fantasy is a necessary ingredient in living, It's a way of looking at life through the
wrong end of a telescope. Which is what I do, And that enables you to laugh at life's realities.
6.
Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.
7. I meant what I said, and I said what I meant. An elephant's faithful, one hundred percent.
8. Young cat, if you keep your eyes open enough, oh, the stuff you would learn! The most wonderful stuff!
9. I speak for the trees, for the trees have no tongues.
10. Unless someone like you cares a whole awful lot, nothing is going to get better. It's not.

usefull for your live !
US author & illustrator (1904 - 1991)

National Security


Ini dia nih film jadul yang gokil, biarpun dibuat taon 2003, sekali nonton ini gue langsung suka banget, secara ini film emang GILA! yah, namanya juga Martin Lawrence yak.

Suatu hari terjadi perampokan, Hank (Zhan), seorang polisi kulit putih, bersama partnernya mencoba untuk membungkam para bandit, tapi yang ada akhirnya partnernya dibunuh, dari situ si Hank jadi dendam banget dan terus ngejar para bandit itu.

Lalu ada Earl (Lawrence), seorang negro yang ngelamar jadi Polisi dan Gagal, die sih ngelamarnya jadi LAPD, coba di ngelamar di "police academy" pasti diterima, secara di tuh film polisinya cacat semua (wakakakaka). Trus akhirnya dia jadi satpam di pabrik minuman.

Suatu hari Earl yang ketinggalan kunci di dalem mobilnya, trus dengan gaya kayak garong mobil, dia mencoba untuk membuka pintu mobilnya. Tindakannya membuat Hank, curiga dan akhirnya nyamperin si earl.

Tapi secara si Earl itu ngotot banget, mentang - mentang negro. Dia malah mancing amarah si Hank, padahal si Hank cuma mo nanya aja. Tiba - tiba seekor tawon lewat, Earl takut banget sama tawon (Calon polisis takutnya ama tawon, wakakakaka). Alhasil berdua bergulet untuk bunuh tawon tersebut, dan Earl jadi terjatuh. Tapi emang dasar si Hank suwe banget, tindakannya untuk membatu Earl membunuh tawon tertangkap handycam seseorang.

Dalam rekaman tersbut, tampak terlihat Hank sepertinya sedang memukuli Earl dengan bertubi - tubi (Padahal lagi mukulin tawon). Maka terjadilah kerusuhan ras, gara - gara seekor tawon.
Hank akhirnya didakwa bersalah dan dihukum penjara 6 bulan, dan dipecat dari kepolisian gara - gara tawon (gokil banget kan).

Sekeluar, Hank terus memburu para bandit yang udah membunuh partnernya. Suatu hari Hank menyadap telepon polisi (gile disono satpam aja canggih kayak gene!!) dan mengetahui bahwa para bandit itu sedang melakukan perampokan lagi di pabrik, dengan modal nekat seorang satpam akhirnya si Hank mengejar para bandit tersebut.

Nah lagi baku tembak didalem pabrik, ternyata si Hank dengan suwe-nya ketemu lagi sama si Earl, rupanya itu pabrik tempat Earl kerja jadi satpam (Pas baku tembak itu si Earl lagi maen borgol-borgolan pacarnya yang kerja disana juga, yaaaa u know lah mereka mo ngapain, alhasil pacarnya jadi diciduk polisi juga, kocak bangetttttttt!!!!).
Dari situlah akhirnya Earl bekerja sama dengan Hank untuk nangkep bandit yang ternyata bekerjasama dengan polisi korup.

Film ini kocak banget...banget!!! kayaknya jarang film Hollywood yang kocak kayak gini.
Kalo gue jadi Hank tau dah apa gue bisa bersikap kayak gitu, emang film2 holywood idealismenya kegedean.